Minggu, 28 Juli 2019

LOMBA VOLLY DI DESA GILI ANYAR




Desa Gili Anyar merupakan salah satu desa yang sangat mendukung adanya organisasi karang taruna. Karang taruna di desa Gili Anyar berperan aktif dalam salah satu cabang olahraga yaitu voli. Setiap tiga bulan sekali di desa Gili anyar diadakan lomba volly. Menurut Bapak Masdali, SH sebagai kepala desa Gili Anyar mengungkapkan bahwa lomba volly merupakan program aliansi beliau beserta bantuan pemuda karang taruna.

Kegiatan lomba tersebut diadakan untuk melahirkan atlet-atlet voli yang hebat. Para pemuda di desa Gili Anyar yang mayoritas menyukai cabang olahraga volly tentunya juga mendukung adanya lomba ini. Untuk melatih para pemuda pemudi desa, Kepala Desa Gili Anyar menyediakan lapangan volly yang layak digunakan untuk ajang perlombaan voli antar kecamatan Kamal.

Tak hanya itu, desa Gili Anyar mempunyai tim volly putra yang bernama SEGA. Pada hari minggu tanggal 21 Juli 2019, pertandingan lomba volly antara Sega versus Putra Telang berlangsung sangat seru. Hal tersebut dikarenakan kedua tim terkenal hebatnya. Namun, dalam pertandingan tersebut Tim bernama Putra Telang harus tereliminasi. Tim Sega memenangkan pertandingan volly tersebut dengan skor yang cukup tipis. Tim Sega merupakan tim volly putra kebanggaan desa Gili Anyar. Oleh karena itu, kedatangan Mahasiswa KKN 21 Universitas Trunojoyo Madura diharapkan dapat mendukung acara tersebut.







MAHASISWA KKN21 UTM 2019 MENGAJAR DI SD NEGERI GILI ANYAR







mahasiswa dan mahasiswi kelompok KKN 21 Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan salah satu program kerja yaitu pendidikan formal yang dilaksanakan di SD Negeri Gili Anyar Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Pendidikan formal bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta mengenalkan inovasi media pembelajaran kepada siswa siswi sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan secara kondisional mengikuti hari aktif sekolah. Dalam proses belajar mengajar, kelompok KKN 21 yang terdiri dari 15 mahasiswa dan mahasiswi membagi tiga mata pelajaran berbeda dalam tiga kelas. Materi yang di ajarkan pada siswa siswi sekolah dasar yaitu Bahasa Inggris, Matematika serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).



Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan kelompok KKN 21 menggunakan beberapa media seperti alat peraga yang di beri nama Fun Circle. Media pembelajaran Fun Circle digunakan untuk memahami kosakata Bahasa Inggris seperti warna dan bentuk. Fun Circle yang dirancang berbentuk lingkaran berputar ini merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat menarik siswa siswi, hal ini dikarenakan dapat diputar dan dimainkan sehingga para siswa bisa bermain sambal belajar dengan menyenangkan. Tak hanya itu, kelompok KKN 21 juga menggunakan media laptop untuk memberi pengetahuan mengenai aplikasi dasar komputer.


Mahasiswa KKN 21 berinisiatif memberikan materi tentang aplikasi di komputer supaya siswa siswi sekolah dasar di desa Gili Anyar tidak ketinggalan teknologi. Media tersebut di aplikasikan untuk mengurangi rasa bosan saat pembelajaran.  Selain itu, kelompok KKN 21 juga mengajarkan pelajaran matematika yaitu berhitung, perkalian dan pembagian kepada para siswa dan siswi. Dalam program kerja pendidikan formal ini, kelompok KKN 21 Universitas Trunojoyo Madura berharap bahwa dengan adanya media pembelajaran tersebut dapat memudahkan siswa srerta siswi untuk memahami pelajaran yang diajarkan.







SABTU CERIA DI DESA GILI ANYAR










Dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat desa Gili Anyar, kelompok 21 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengagendakan program kerja Sabtu Ceria hal ini dilakukan untuk meningkatkan tali silaturahmi antar warga desa Gili Anyar sabtu ceria  ini di laksanakan setiap hari sabtu yang bertempat di Balai Desa Gili Anyar. Sabtu ceria ini merupakan kegiatan olahraga bersama yang dilaksanakan rutin setiap hari sabtu setiap 1 minggu sekali. Dan dilaksanakan setiap pukul 07.00 WIB.





LOMBA ADZAN DI DESA GILI ANYAR

Lomba Adzan yang di adakan Mahasiswa KKN21 UTM 2019






Dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat desa Gili Anyar, kelompok 21 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengagendakan program kerja Lomba Adzan Sedesa Gili Anyar dan sekitarnya. Lomba adzan ini di laksanakan pada pukul 14.00 WIB dengan kategori peserta yaitu tingkat SD dan SMP. Peserta yang mengikuti lomba merupakan 5 orang perwakilan dari setiap madrasah yang berada di Desa Gili Anyar dan sekitarnya.

Dan terdapat beberapa kategori pemenang dari lomba adzan tersebut yaitu juara 1, juara 2, juara 3 dan juara harapan 1 yang merupakn kategori tingkat SD sedangkan untuk tingkat SMP terdapat juara 1 dan juara 2. 


Lomba Adzan ini sekaligus menjadi ajang untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang nantinya akan di beri hadiah kembali oleh bapak kepala desa Gili Anyar (Pak Masdali) ketika perayaan lomba 17 agustus di Desa Gili Anyar.











LES BAHASA INGGRIS DI DESA GILI ANYAR YANG DI ADAKAN OLEH KKN 21 UTM 2019


Pedidikan Non Formal (Les Bahasa Inggris) di Desa Gili Anyar 





Dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat desa Gili Anyar, kelompok 21 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengagendakan program kerja Pendidikan Non-formal yang diisi dengan kegiatan les bahasa inggris pada hari jum’at dan minggu dalam kurun waktu 2 minggu. Program kerja ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan pendidikan bagi anak-anak di desa Gili Anyar tercinta. Les ini diperuntukkan untuk anak-anak di tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Selain itu, anak-anak yang mengikuti les ini tidak dipungut biaya sepeserpun (gratis). Umumnya, peserta les bahasa inggris ini adalah anak-anak yang masih duduk di kelas taman kanak-kanak hingga di kelas empat tingkat sekolah dasar. Lokasi les bahasa inggris ini yaitu di posko kkn 21 tepatnya di balai desa Gili Anyar.

Informasi mengenai les bahasa inggris ini disampaikan oleh kelompok kkn 21 kepada warga sekitar ketika tengah melakukan agenda keliling desa untuk lebih mengenal warga setempat. Respon dari warga setempat ternyata positif bahkan banyak warga yang mengantarkan anaknya dengan antusias untuk les bahasa inggris di balai desa. Kegiatan les bahasa inggris ini sendiri dimulai pada hari jum’at tanggal 5 Juli 2019 sekitar jam 15.00 WIB. Sedangkan di hari minggu, kegiatan ini diadakan pada pagi hari dimulai pada pukul 09.00 WIB mengingat anak-anak libur sekolah pada hari itu. Selain itu, tidak ada perbedaan di kedua hari tersebut, peserta les dibebaskan memilih untuk mengikuti les di kedua hari tersebut ataupun memilih salah satu diantara keduanya. Di les bahasa inggris ini, peserta les dibagi ke dalam dua kelompok belajar, yaitu tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Materi yang diberikan pada kedua kelompok belajar ini juga berbeda-beda di setiap pertemuannya. Disetiap pertemuan, peserta les yang masih ditingkat taman kanak-kanak diajarkan kosakata bahasa inggris dasar seperti nama-nama hari, alfabet, angka dan warna secara bergantian. Sedangkan untuk tingkat sekolah dasar materinya ialah nama-nama hari,angka, perkenalan, serta bagian-bagian tubuh dalam bahasa inggris. Untuk metode pembelajaran, Aisyah selaku Penanggung jawab (PJ) dari program kerja sekaligus salah anggota dari tim pengajar di les bahasa inggris ini menggunakan  metode Fun English Learning yaitu mengajarkan bahasa inggris dengan bernyanyi dan bermain game bersama dengan tujuan untuk membuat peserta les merasa nyaman dalam belajar bahasa inggris. Tidak hanya itu, agar peserta les lebih giat belajar disetiap pertemuan selalu disediakan hadiah bagi mereka yang giat belajar dan bisa menjawab pertanyaan dari para tim pengajar. Dengan adanya metode pembelajaran ini, jumlah peserta dari les bahasa inggris ini dari pertemuan ke pertemuan semakin meningkat.

Menurut, Aisyah selaku Penanggung jawab (PJ) dari program kerja sekaligus salah anggota dari tim pengajar di les bahasa inggris ini, ia menyatakan bahwa kegiatan ini telah berkontribusi dalam membantu anak-anak di desa Gili Anyar untuk lebih mengenal bahasa inggris serta menambah wawasan mereka karena disetiap pertemuan peserta les selalu dapat mengikuti pelajaran dengan baik, dapat mengingat materi yang telah disampaikan serta dapat melafalkan kosakata bahasa inggris yang diberikan dengan benar. Dengan adanya kegiata les bahasa inggris ini, para tim pengajar yang mewakili kelompok kkn 21 berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak di desa Gili Anyar untuk menambah dan menggali ilmu pengetahuan mereka mengenai bahasa inggris lebih mendalam karena ada pepatah inggris yang mengatakan bahwa Learning another language is not only learning different words for the same things, but learning another way to think about things. (Flora Lewis).